Tantangan 7 Liter Livina Kembali Digelar di Bali

Tantangan 7 Liter Livina Kembali Digelar di Bali

Setelah sukses diadakan di beberapa kota berbeda di Pulau Jawa, kali ini untuk ketiga kalinya, Rabu (22/11/17), PT Nissan Motor Indonesia (NMI) kembali mengadakan media workshop Nissan Intelligent Mobility dan Eco-Driving “Tantangan 7 Liter Livina” yang diadakan di Bali.

Di mana, PT NMI kembali menantang para awak media untuk membuktikan keiritan komsumsi bahan bakar dari Grand Livina, setelah sebelumnya pembuktian ini dengan rute Bandung – Jakarta serta Madiun – Yogyakarta, dengan rekor komsumsi 1 liter untuk jarak sejauh 30.3 Km.

Dalam acara ‘Tantangan 7 Liter Livina’ menjelajah destinasi wisata di Pulau Dewata, PT NMI memilih rute dengan kontur jalan lurus, menurun hingga jalanan berliuk-liuk menanjak, dengan jarak tempuh sejauh 137 km untuk membuktikan teknologi dari Xtonic CVT (Continuously Variable Transmission) yang disematkan di Grand Livina dalam hal tenaga serta efisiensi pemakaian bahan bakar.

“Tujuan Nissan Intelligent Mobility dan Eco-Driving adalah untuk membuktikan para pengendara Nissan memiliki rasa percaya diri serta pengalaman berkendara yang menyenangkan dan terhubung dengan lingkungan sekitar,” kata Eiichi Koito, selaku Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia.

Nissan Intelligent Mobility sendiri memiliki tiga pilar utama terkait inovasi tersebut di antaranya, Intelligent Power – bagaimana mobil ditenagai, Intellegent Driving – bagaimana mobil dikendarai serta Intelligent Intergration – Dimana mobil terintergrasi dengan lingkungan sekitar.

Continue Reading

“Aftersales Belum Sempurna” Usaha Nissan Genjot

"Aftersales Belum Sempurna" Usaha Nissan Genjot

Tak merilis produk baru tahun ini, kini Nissan kembali berusaha untuk kembali membangun kualitas layanan purna jualnya dengan membuat beberapa metode. Hal ini juga merupakan sebagai bagian penting untuk kembali meningkatkan rasa kepercayaan konsumen.

Budi Nur Mukmin, selaku GM Strategi Pemasaran dan Perencanaan Produk Nissan Motor Indonesia (NMI) menegaskan bahwa pihaknya ingin semakin memperkenalkan aftersales service mereka, yang mana pada saat ini dianggap sudah jauh lebih maju ketimbang pandangan masyarakat selama ini.

“Jadi harus dipahami bahwa sebuah produk tidak mesti mobil, namun layanan purna jual pun bakal menjadi sebuah produk. Mengapa demikian, lantaran pelayanan aftersales sama pentingnya dengan produk itu sendiri,” kata Budi, Selasa (21/11/17).

Sebagian metode Nissan yang sudah bisa dinikmati saat ini seperti Emergency Road Assistance 24 jam di delapan kota besar, Nissan Call Center, Free Labour sampai 50.000 km (4 tahun), Service Appointment, Nissan Mobile Service, Nissan Genuine Key Value dan jaminan kesiapan suku cadang 24 jam.

Nilai Pelayanan Menurun

Usaha yang dilakukan pada Nissan ternyata belum mendatangkan hasil maksimal, mengacu akan hasil studi Customer Service Index (CSI) oleh JD Power untuk Indonesia. Dari data yang berhasil dikumpulkan oleh KompasOtomotif, terdapat penurunan peringkat yang cukup signifikan dari Nissan.

Pada tahun 2016 kemarin Nissan berhasil menempel ketat Toyota di peringkat kedua dengan torehan 767 poin, namun di tahun 2017 ini peringkat Nissan justru sangat melorot hingga di peringkat terakhir dari sembilan merek yang masuk dalam daftar penilaian. Dari segi poin, nilai Nissan turun sebanyak 11 poin.

Tentu hasil tersebut bukan hasil yang cukup menyenangkan. Namun, ini bisa menjadi sebuah pendorong Nissan untuk terus membangun kualitas layanannya terhadap konsumen.

“Hal tersebut jadi pekerjaan rumah untuk kami. Semoga dengan layanan purna jual Nissan yang terus diperbarui, kami bisa melakukan improvement secepatnya untuk ukuran CSI. Kami merilis produk aftersales pada tahun 2016, saya pikir jangkanya bisa sampai pada tahun 2017 dan 2017, jadi masih butuh waktu dua atau tiga tahun kedepan untuk kembali konsisten diperingkat atas,” kata Budi.

Continue Reading

Sistem Teknologi e-Power Siap Hadir di Mobil Listrik Nissan

Sistem Teknologi e-Power Siap Hadir di Mobil Listrik Nissan

Nissan Motor bakal hadirkan mobil listrik di Indonesia melalui sistem teknologi e-Power. Nissan menyatakan teknologi tersebut sebagai solusi inovatif kendaraan bertenaga listrik lantaran pengunaan kendaraan tersebut adalah bahan bakar minyak, tapi energi yang dihasilkan akan mengaktifkan generator listrik kendaraan.

Budi Nur Mikmin, GM Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menerankan bahwa kendaraan tersebut akan dibangun dengan sistem completely knock down (CKD) ataupun completely built up (CBU), tergantung grafis peraturan pemerintah nantinya. Kini, peraturan program low carbon emission vehicle (LCEV) masih diolah oleh pemerintah. Namun, mobil listrik tersebut ditargetkan bakal siap terbit di akhir tahun ini.

“Tapi misalnya CBU dapat diberikan keringanan pajak, ini memungkinkan akan lebih cepat prosesnya daripada CKD yang memiliki proses panjang lantaran pembuatan lewat pabrik terlebih dahulu dan sebagainya,” katanya saat acara Lokakarya Media ke-3 di Bali, Selasa(21/11).

Sementara itu, menunggu waktu dan peraturan terlaksana, Nissan terus-menerus mensosialisasikan kendaraan Nissan Intelligent Power yang mempunyai beberap fitur inovasi power, pengalaman mengendara dan penggabungan dengan lingkungan, sebagai penghubung untuk mobil listrik di masa akan datang.

“Sebagian fitur Nissan Intelligent Mobility yang tersedia pada kendaraan Nissan di Indonesia seperti tampilan 360 derajat dimana kendaraan yang sangat mudah untuk diparkir dan intelligent active trace control yang juga membantu saat pengereman di jalan yang berliku,” katanya.

Continue Reading