“Aftersales Belum Sempurna” Usaha Nissan Genjot

"Aftersales Belum Sempurna" Usaha Nissan Genjot

Tak merilis produk baru tahun ini, kini Nissan kembali berusaha untuk kembali membangun kualitas layanan purna jualnya dengan membuat beberapa metode. Hal ini juga merupakan sebagai bagian penting untuk kembali meningkatkan rasa kepercayaan konsumen.

Budi Nur Mukmin, selaku GM Strategi Pemasaran dan Perencanaan Produk Nissan Motor Indonesia (NMI) menegaskan bahwa pihaknya ingin semakin memperkenalkan aftersales service mereka, yang mana pada saat ini dianggap sudah jauh lebih maju ketimbang pandangan masyarakat selama ini.

“Jadi harus dipahami bahwa sebuah produk tidak mesti mobil, namun layanan purna jual pun bakal menjadi sebuah produk. Mengapa demikian, lantaran pelayanan aftersales sama pentingnya dengan produk itu sendiri,” kata Budi, Selasa (21/11/17).

Sebagian metode Nissan yang sudah bisa dinikmati saat ini seperti Emergency Road Assistance 24 jam di delapan kota besar, Nissan Call Center, Free Labour sampai 50.000 km (4 tahun), Service Appointment, Nissan Mobile Service, Nissan Genuine Key Value dan jaminan kesiapan suku cadang 24 jam.

Nilai Pelayanan Menurun

Usaha yang dilakukan pada Nissan ternyata belum mendatangkan hasil maksimal, mengacu akan hasil studi Customer Service Index (CSI) oleh JD Power untuk Indonesia. Dari data yang berhasil dikumpulkan oleh KompasOtomotif, terdapat penurunan peringkat yang cukup signifikan dari Nissan.

Pada tahun 2016 kemarin Nissan berhasil menempel ketat Toyota di peringkat kedua dengan torehan 767 poin, namun di tahun 2017 ini peringkat Nissan justru sangat melorot hingga di peringkat terakhir dari sembilan merek yang masuk dalam daftar penilaian. Dari segi poin, nilai Nissan turun sebanyak 11 poin.

Tentu hasil tersebut bukan hasil yang cukup menyenangkan. Namun, ini bisa menjadi sebuah pendorong Nissan untuk terus membangun kualitas layanannya terhadap konsumen.

“Hal tersebut jadi pekerjaan rumah untuk kami. Semoga dengan layanan purna jual Nissan yang terus diperbarui, kami bisa melakukan improvement secepatnya untuk ukuran CSI. Kami merilis produk aftersales pada tahun 2016, saya pikir jangkanya bisa sampai pada tahun 2017 dan 2017, jadi masih butuh waktu dua atau tiga tahun kedepan untuk kembali konsisten diperingkat atas,” kata Budi.

You may also like